Tiga hari menjelang upacara Pernikahan yang telah disepakati, tgl 1 Oktober 2008 nanti, saya bersama ortu datang ke kampung asal Ayu di Banjar Samu, Batubulan, Gianyar, Bali. Dengan minta bantuan Wayan Amir untuk mengantarkan ke sana, kami berempat menuju Samu. TujuanUpacara "Nyuwaka" atau "Ngewangsit" ini adalah sebagai pemberitahuan awal kepada keluarga mempelai wanita, bahwa 3 hari kemudian kami akan melangsungkan upacara pernikahan.
Kami disambut dengan baik oleh keluarga Ayu. Saat itu Ayu baru beberapa harinya tiba dari Makassar. Sebagai tuan rumah adalah Om-nya Ayu yang tinggal di rumah di Samu, yang juga dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri. Juga dihadiri oleh Paman dan beberapa sepupu terdekat.
Sesaat setelah semua kumpul, segera Bapak saya menyampaikan maksud kedatangan kami. Pihak tuan rumah pun segera menyetujui saja, karena sebenarnya hal ini sudah dibahas saat pertemuan keluarga di Makassar. Ibu saya juga menanyakan banten/sesajen apa saja yang perlu dibawa saat upacara Pinangan dan Boyongan tgl 1 Oktober nanti, disesuaikan dengan adat istiadat setempat. Para tetua juga banyak memberi nasihat kepada kami yang akan memasuki masa berumah tangga.
Karena sudah sore, kami berpamitan pulang, karena jarak pulang ke rumah lumayan jauh, sekitar 35 menit perjalanan dengan berkendaraan.
Tuesday, 24 March 2009
Upacara "Nyuwaka" atau "Ngewangsit" 27 Sept 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment